Tugas Penilaian Hutan

                                                              Review Jurnal

Judul Jurnal         : Valuasi Jasa Lingkungan pada Hutan Mangrove di Kecamatan

  Kendari Barat Kota Kendari

Nama Jurnal        : Ecogreen Vol. 5 No. 1 Halaman 31-39

Tahun                  : 2019

Penulis                 : Sahindomi Bana, Abdul Sakti, Abigael Kabe

Reviewer             : Annisyah Reistika Rambe

Tanggal                : 30 Desember 2020

Tujuan Penelitian:

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemanfaatan di kawasan hutan mangrove dan mengetahui nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari.

Subjek Penelitian:

Subjek penelitian ini adalah masyarakat dan pengunjung di sekitar dan dalam kawasan hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Assesmen Data:

Menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pemanfaat kawasan hutan mangrove di lokasi penelitian, pengelolah dan pemerintah yang mengelola hutan mangrove, observasi keadaan hutan mangrove potensi lain yang belum termanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah dan swasta, dan pengukuran lapangan, dilakukan untuk mengetahui jenis dan jumlah vegetasi persatuan luas pengamatan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka.

Metode Penelitian:

Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mengkombinasikan metode wawancara dan pengukuran lapangan. Rancangan penelitian ini adalah lapangan dilakukan pembuatan plot dengan mengunakan metode jalur berpetak dengan ukuran petak 20 x 20 m untuk mengidentifikasi jenis mangrove.

Langkah Penelitian:

Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pengumpulan data tahapan ini adalah dilakukan wawancara pemanfaatan kawasan hutan mangrove di lokasi penelitian, pengelola dan pemerintah yang memangelolah hutan mangrove. Teknik Observasi, melihat keadaan hutan mangrove potensi lain yang belum termanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah dan swasta. Pengukuran lapangan, dilakukan untuk mengetahui jenis dan jumlah vegetasi persatuan luas pengamatan. Pengamatan ini dilakukan dengan mengunakan metode jalur berpetak dengan mengunakan jalur kemudian diikuti dengan petak penggamatan yang berukuran 20 x 20 m.

Hasil Penelitian:

Hasil analisa penelitian:

  • Jenis mangrove yang terdapat pada hutan mangrove Kecamatan Kendari Barat, adalah  5 jenis mangrove dan 3 famili yaitu famili Rhizophoraceae terdiri dari Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata, famili Avicenniaceae terdiri dari Avicennia alba dan Avicennia lanata dan famili Sonneratiaceae adalah Soneratia alba.
  • Manfaat yang diperoleh dari masyarakat tentang keberadaan hutan mangrove secara langsung maupun secara tidak langsung. Total Pendapatan manfaat ekonomi langsung diperoleh dari setiap tahunnya adalah total manfaat langsung adalah gabungan dari manfaat langsung dari kerang dijumlahkan dengan total biaya dari ekowisata setiap tahunnya. Nilai manfaat langsung (ML) = Rp.22.800.000 + Rp. 171,000,000.00 = 193.800.000,-. Total manfaat langsung hutan mangrove Kecamatan Kendari Barat sebesar Rp. 193. 800.000, per tahun. Nilai ekonomi tidak langsung hutan mangrove sebagai penyerap karbondioksida diperoleh nilia ekonomi adalah Rp. 17.414.907,55 per Ha. Sedangkan luas total hutan mangrove kecamatan Kendari Barat adalah 8,25 Ha jadi nilai ekonomi untuk 8,25 Ha adalah Rp. 143.672.987,27.
  • Nilai manfaat pilihan didekati dengan menggunakan nilai dari keanekaragaman hayati (biodiversity). nilai manfaat pilihan hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat adalah Rp 19.500.000.-/ha/tahun berdasarkan luasan hutan mangrove Kecamatan Kendari barat adalah 8,25 ha, jadi nilai pilihan dari hutan mangrove adalah sebesar Rp. 160.875.000,- / tahun.
  • Nilai eksistensi dilakukan mengunakan pendekatankesediaan membayar untuk melakukan reboisasi hutan mangrove agar manfaat yang diperoleh dari nilai manfaat akan didapatkan. Berdasarkan hasil analaisis 10 responden nilai WTP yang harus dibayar akibat keberadaan hutan mangrove sebesar Rp. 30.600.000.-/tahun. Nilai ini dilakukan dengan mengunakan kesediaan penguna membayar Rp. 8.500 dari pendapatan yang diperoleh akibat dari keberadaan hutan mangrove dengan 10 penguna yang sedia melakukan pembanyaran.
  • Nilai Ekonomi Total (NET) hutan mangrove kawasan Tawiri dengan luas 3,08 ha pada saat ini adalah sebesar Rp 24.887.887,50/tahun. Nilai tersebut terdiri atas nilai manfaat langsung Rp 11.299.500,00/tahun, manfaat tidak langsung Rp 9.098.077,50/tahun, manfaat eksistensi Rp 4.083.750,00/tahun, dan manfaat pilihan Rp 406.560,00/tahun. Kawasan hutan mangrove Desa Tawiri memiliki manfaat langsung dan tak langsung serta cukup berperan bagi masyarakat lokal.

Kekuatan Penelitian:

Penulis menyertakan referensi yang jelas yang mendukung penelitian, penjelasan tentang hasil penelitian dipaparkan dengan jelas dan disertai dengan jurnal pendukung serta penelitian pendahulunya.

Kelemahan Penelitian:

Tahapan penelitian tidak dipaparkan secara rinci, masih ada kesalahan penulisan dibeberapa kalimat.

Kesimpulan:

Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil penelitian dapat memberikan informasi tentang jenis mangrove di kawasan hutan mangrove Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari dan nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari yang bersumber dari nilai manfaat langsung (ML), manfaat tidak langsung (MTL), manfaat pilihan (MP), dan manfaat eksistensi (ME). Nilai ini diperoleh dari manfaat ekonomi hutan mangrove sehingga keberadaannya perlu tetap dijaga dan penting untuk dilakukan pengelolaannya.

Komentar

Posting Komentar